Idul Fitri dengan Kesederhanaan


Sebulan penuh sudah berpuasa, saatnya merayakan hari kemenangan, hari yang ditunggu umat Islam. 

Nggak terasa dua bulan lebih di rumah aja, satu bulan puasa (eeh kepotong si tamu seminggu), tau-tau lebaran aja. Terus jadi mikir, ibadah puasa kemarin sudah maksimal atau belum, meski rasanya belum sih hiks. Rasanya masih banyak waktu terbuang sia-sia, tau-tau bulan Ramadhan udah pergi. 

Bulan Ramadhan juga dilewati dengan banyak cerita di tengah pandemi ini, mulai dari debat teori konspirasi Corona yang tak kunjung usai, munculnya vlog pasangan yang meromantisasi pernikahan di bawah umur, vlogger yang nyablak dan dihujat karena secara terang-terangan abai soal pandemi mengerikan ini hingga seorang perempuan yang ingin menjual keperawanannya seharga 2M walau katanya hanya bercanda dan sarkasme. Sungguh cerita Ramadhanku sendiri banyak dirusak dengan berita seperti ini hiks. Meski begitu tak menyurutkan umat Islam untuk gegap gempita merayakan hari kemenangannya, dimulai dengan takbir sayup-sayup berkumandang saat malam Idul Fitri disusul dengan suara petasan dan meriahnya kembang api anak-anak.


Idul Fitri Berbeda


Idul Fitri kali ini juga terasa berbeda bagiku sama seperti tahun lalu, nggak bisa bertemu orangtua lagi haha. Kalau tahun lalu aku dan suami masih di Kalimantan, dan orangtua pulang kampung ke Jawa. Kali ini kayak bertukar peran, kami menetap di Jawa dan orangtua masih di Kalimantan nggak bisa pulang ke Jawa. Kami juga nggak bisa nengokin ibu mertua di Jogja padahal udah rencana dan udah janji sama ibu mertua kalau puasa bakal ke Jogja, eh nyatanya zonk juga hahaha. Alhamdulillah sih zaman modern gini nggak bingung lagi untuk tetap saling berkomunikasi dan melepas rindu karena ada berbagai macam aplikasi video call.

Tetap Merayakan


Ya udah deh karena emang di rumah cuma bertiga, jadi ini caraku untuk tetap merayakan seperti lebaran biasa :


Order Paket Hampers 


Mendekati lebaran, pasar tradisional lebih ramai dari biasanya jadi bikin parno. Kuatir ada virus bertebaran, jadi aku putuskan untuk pesan makanan aja daripada capek masak. Aku order paket Hampers makanan berat kayak gini, isinya rendang, sayur labu lodeh, opor ayam, sambal petis, sambal goreng kentang, kerupuk dan lontong 10 biji. Segitu cuma 200 ribu dan itu udah banyak bangeeeeet. Rendangnya manteb abissss, pedasnya nampol. Apalagi di sini susah dapet rendang yang bener rendang kayak rendang asli Sumatera eh ternyata yang masak orang Lampung pantesan enak banget hihi. Oh iya aku nggak bikin ketupat hahaha, jadi lebaranku bukan lebaran ketupat.

Order Cookies Lebaran


Ini orderan dari Mamaku karena temannya jualan cookies kayak gini. Alhamdulillah banget ya kan haha. Isinya seperti biasa, nastar, kastangel, kue sagu, kue mete dan putri salju. Sayang putri saljunya udah habis duluan jadi nggak ikut terfoto hihii.


Pakai Baju Lama Tetep Okelah


Sebenarnya hak orang sih mau beli baju lebaran atau enggak. Tapi untukku bukan sebuah kewajiban untuk beli baju baru saat lebaran, mending uangnya untuk yang lain. Apalagi di tengah pandemi ini mau pamerin baju baru ke mana ya kan, hehe. Mentok di sosial media dan aku juga udah nggak tertarik untuk OOTD-an di sosmed. Ketika pandemi gini aku juga nggak banyak silaturahmi ke mana-mana, cuma ke rumah tante aja yang lokasi rumahnya cuma satu kilo, terus pulangnya? Tidur !



Begitulah cerita Idul Fitriku tahun ini. Rasanya masih bersyukur bisa bertemu dengan Ramadhan dan Idul Fitri lagi. Apalagi di tahun ini beribadah di tengah wabah yang pasti banyak sekali cerita heroik di dalamnya. Semoga tahun depan bisa bertemu Ramadhan dan Idul Fitri dengan senyuman. Rayakan Idul Fitri dalam kesederhanaan, selamat Lebaran semua. Mohon maaf lahir dan batin :)

Jember, Mei 2020



4 komentar:

  1. Selamat Idul Fitri 1441 H mbak. Mohon maaf lahir batin.

    Seru ya lebaran tahun ini, benar-benar mengajarkan kita makna kesederhanaan. Beruntung teknologi sekarang cukup maju sehingga komunikasi dengan orang terkasih bisa tetap terjaga.

    Anyway, hampers-nya bikin ngiler aja tuh 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf lahir batin juga mas.

      Iya, lebaran tahun ini memang penuh makna, jadi ikut lebih merenung gitu ternyata merayakan hari kemenangan nggak perlu terlalu heboh, sederhana aja cukup yang penting effort beribadah kepada Allah tak pernah putus.

      hihi, memang bikin ngiler :)

      Hapus
  2. Selamat idulfitri, mohon maaf lahir batin🌸🌸

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat idul fitri juga mbak....kapan update tentang Day6 lagiii hahahahhh

      Hapus