[Review Buku] Dosa-Dosa Orangtua Terhadap Anak



Menjadi orangtua memang tidak ada sekolahnya, belajarnya setiap hari. Orangtua harus terus belajar menjadi orangtua. Harus. Belajar mendidik anak dengan baik, memberi teladan mulia, dan terpenting mewujudkan keluarga yang dirindukan surga. Yaitu anak sedewasanya menjadi anak yang sholeh-sholehah.

Informasi Buku

Judul : Dosa-Dosa Orang Tua Terhadap Anak
Penulis : Neng Anggia
Genre : Parenting 
Penerbit : Bitread Publishing
Tahun Terbit : 2019
ISBN : 978-602-0721-87-3
e-ISBN : 978-602-0721-88-0
Jumlah Halaman : 334 halaman
Bahasa : Indonesia
Format Buku : E-Book Ipusnas

Blurb

Barangkali kita sudah khatam soal anak durhaka kepada orang tua. Sayangnya, dosa orang tua kepada anak seringkali luput dari perhatian kita. Ah, masa iya? Sebagian tak percaya, banyak pula yang menyangkal adanya. Dear parents, sesungguhnya kita, para orang tua, sering melakukan kesalahan dalam mendidik anak. Buku ini menunjukkan muka bopeng kita sebagai orang tua. Mulai dari anak masih di kandungan sampai mereka remaja. Sengaja atau tidak, seringkali dosa-dosa tersebut dibalut dalam rangka memberikan yang terbaik pada anak. Nyatanya, kepentingan orang tua yang berkuasa. Atas nama cinta, kita korbankan kebaikan dan kebahagiaan mereka. Lalu, ke mana lagi mereka menitipkan harapan, jika rumah tak lagi aman? Meski kita tidak bisa memilih punya orang tua seperti apa, tetapi kita bisa memilih mau menjadi orang tua seperti apa. Maka berusahalah menjadi orang tua terbaik bagi mereka. Berapa pun harganya. Betapa pun sulitnya. Karena anak adalah amanah dari-Nya.


The Reason I Read

Sebagai orangtua baru, aku memang masih butuh banget 'pegangan' dan bimbingan untuk mendidik anakku. Anak masih satu ya kan, jadi rasanya memang butuh banyak belajar apalagi menjadi orangtua nggak ada sekolahnya, belajarnya pun setiap hari, penuh dengan trial dan error. 

My Impression

Membaca buku ini memang seperti 'menampar' diri sendiri, karena benar-benar dikupas dan dikuliti kesalahan kecil (bahkan besar?) dari orangtua dalam mendidik anak. Tidak hanya menyentil kesalahan orangtua, buku ini diawali dengan prolog yang menjelaskan tentang anak dan perkembangannya, arti mendidik, tipe-tipe pola asuh umum yang terjadi dalam mendidik anak. Buku ini menjelaskan secara detail mulai dari 'dosa-dosa' orangtua di fase kehamilan hingga fase anak remaja. Penulis menyajikan cerita fiktif yang sangat relate dengan pengasuhan orangtua saat ini dan apa akibatnya dari perbuatan tersebut bagi anak. Di akhir bab, penulis menjabarkan bagaimana cara kita sebagai orangtua yang harus merubah mindset kita dalam mendidik anak yaitu berpikir positif bahwa mendidik anak adalah hal mudah dan orangtua tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik, namun harus dilihat dari banyaknya dimensi kesuksesan. Dalam bab ini juga ditulis berbagai macam kisah sukses orangtua yang mendidik anak-anaknya tanpa mengabaikan kecerdasan anaknya yang lain sehingga membuat mereka sukses pada jalannya sendiri dan kisah ini bikin aku merinding. 334 halaman, rasanya tidak cukup hanya dibaca dalam waktu seminggu. Buku ini harus sering dibaca sebagai pengingat orangtua sehingga meminimalisir kesalahan orangtua dalam mendidik anak. Bahkan kalau perlu juga punya buku fisiknya.

What I Learn

Apa yang bisa aku dapat dari buku ini? Banyaaaaaak bangeeeet moms..... Dari membaca buku ini aku jadi mengingat dan merenungi apa yang udah aku lakukan pada anakku, udah benar atau belum. Aku jadi ingat masa-masa fase kehamilan kemarin, apakah sudah benar dalam mencukupi kebutuhan gizinya saat itu, mentalku bagaimana. Aku bisa langsung mempraktikkan teori dari yang sudah dijelaskan di buku ini contoh dengan mengurangi kata 'jangan' dan mengganti kata larangan dengan lebih positif, walau akhirnya aku menjadi lebih cerewet karena aku harus menjelaskan alasan dari hal yang kularang tersebut pada anakku. 

Favourite Quotes 


Dorothy Law Nolte mengatakan :
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran
 Halaman 70

Rating

5/5

Aku selalu berdoa, semoga Allah mudahkan kami sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak dan keturunan kami agar menuntunnya menjadi anak sholeh dan sholehah, aamiin.

2 komentar:

  1. nice book, wajib harus beli ini mah, hehe.
    jadi mengingatkan saya sama dosa-dosa saya sama anak saya, saya juga belajar kalo mendidik anak itu yang diutamakan adalah emaknya dulu, yaitu saya, harus belajar anger manajemen. karena semua sumber kesalahan dalam mendidik itu awalnya karena marah. kesel, jengkel dsbg. betul tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes betul mom, lebih dulu memang belajar manajemen emosi yang baik biar bawaannya nggak kesel muluk sama anak, kasian anaknya hehe :)

      Hapus