Review Buku : Mertua dan Menantu


Kali ini aku membiasakan diri untuk mulai aktif membaca buku lagi dan aku memutuskan untuk ikut komunitas Gerakan 1 Week 1 Book di instagram. Syaratnya gampang sih, member tinggal baca buku-buku dari platform resmi atau buku fisik yang original lalu diminta untuk mereview singkat di Instagram. Ini buku pertama yang aku baca dan akan aku review juga di blog.

Informasi Buku


Judul : Mertua & Menantu
Penulis : Sofia Yuliani, dkk
Genre : Keluarga
Penerbit : Bitread Publishing
Tahun Penerbitan : 2019
ISBN : 978-623-224-039-1
Jumlah halaman : 140
Bahasa : Indonesia
Format buku : E-Book Ipusnas

Blurb


Pernikahan bukan hanya menyatukan dua hati, tetapi juga banyak hati. Dua keluarga yang miliki banyak perbedaan akan butuh proses untuk miliki hubungan harmonis. Sepasang suami istri harus saling menyayangi, menghormati dan memaklumi kedua orang tua masing-masing. Tentu banyak cerita yang akan terjadi dalam hubungan antara Mertua dan Menantu ini. Beberapa perempuan hebat menuliskan pengalamannya agar dapat menjadi inspirasi ketika berinteraksi dengan orang tua dari pasangan.

The Reason I Read


Awalnya aku tertarik untuk membaca buku ini bukan karena punya masalah sendiri dengan mertua sih tapi lebih kepada rasa penasaran dengan cerita mertua vs menantu dalam rumah tangga di luar sana. Apakah semua mertua punya kesan "mengerikan"? Toh kisah yang digadang selama ini hanyalah pertengkaran antara mertua dan menantu seperti tidak ada celah untuk berdamai. 

My Impression


Cover hitam putih dan siluet dua wanita sepertinya tersirat secara tegas dan jelas bahwa buku ini mengungkapkan sisi hitam dan putih dari kisah mertua dan menantu. Berisi kumpulan kisah dari para penulisnya (antologi) dengan bahasa ringan membuat buku 140 halaman ini menarik untuk dibaca.

Membaca buku Mertua & Menantu ini rasanya aku seperti berada di roller coaster karena kisah pertama disuguhkan dengan cerita manis. Lalu mulai di pertengahan muncul kisah pahit antar mertua dan menantu bahkan berujung pada perceraian karena mertua yang terlalu ikut campur urusan anak dan menantunya. Bab setelahnya disajikan cerita manis lagi, lalu cerita sedih lagi. Ada salah satu cerita yang membuatku menitikkan airmata adalah pada bab ayah mertua yang penyayang. Tiba-tiba aku teringat almarhum bapak mertuaku yang baru aku kenal satu tahun pernikahanku. Semoga surga untuk beliau.

Hal lain yang menarik di sini adalah ada beberapa kisah yang ternyata sang menantu memiliki mertua berasal dari negara lain. Dari situ terlihat bagaimana cara menantu menghadapi perbedaan adat istiadat antar dua negara. Ada juga bab yang bercerita dari sisi pandangan mertua kepada menantunya. 

What I Learn


Tidak semua mertua itu 'jahat' seperti yang ada di drama Indonesia. Di dunia ini ternyata masih ada mertua yang sangat perhatian dan tidak menganggap seorang menantu sebagai 'musuh' bagi mertua walau mertua yang baik ini selalu tak terlihat atau terdengar ceritanya, namun aku bisa melihatnya dari buku ini. Meskipun ada cerita mertua yang memberikan kisah pahit tapi karena doa dan kesabaran menantu maka pada akhirnya akan berakhir indah. Adapun kisah pahit lain seperti mengajarkan bahwa walau mertua memiliki watak yang berbeda, ditambah pemikiran mertua dan menantu yang sulit disatukan, maka jalan terbaik adalah tetap berdoa kepada Allah karena Allah adalah tempat manusia bergantung. Bagaimanapun juga mertua adalah orang tua kita juga.

Favourite Quotes


Relasi mertua perempuan dan menantu perempuan telah menjadi stereotype sebagai relasi yang tidak harmonis dan penuh konflik. Mertua-menantu merupakan dua perempuan dewasa yang bertemu dalam ruang keluarga karena pernikahan. Kehadiran menantu di ruang keluarga sering dipandang sebagai kompetitor bagi meruta, demikian pula sebaliknya. Sesungguhnya tidak demikian. Kehadiran mertua atau menantu bukan kompetitor, melainkan komplemen yang menyempurnakan kehidupan. -Halaman 64-

Rating


4/5


Demikian review buku hari ini ya, sampai jumpa di review buku berikutnya :)

2 komentar:

  1. Makasi mbak, sudah bikin review buku ini. Kebetulan saya termasuk salah satu penulisnya. Seneng deh kalau ada yang bikin review buku yang ditulis sendiri. 🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah ya saya notis nama mbak di buku itu, anytime mbakkk

      Hapus