Review Sugarpot, Brand Waxing yang Semakin Inovatif



Salah satu perawatan tubuh yang sangat aku suka adalah waxing. Seperti yang telah diketahui bahwa waxing adalah pola penghilangan rambut semi permanen dengan teknik mencabut rambut dari akarnya. Waxing dapat dilakukan di salon profesional ataupun di rumah. Berbagai macam produk waxing lokal maupun import telah banyak beredar di pasaran, salah satunya adalah Sugarpot yang terus berinovasi dalam pengembangan produknya.

Aku udah mencoba berbagai macam produk waxing sejak 6 tahun belakangan. Produk-produk waxing antara lain Cool Sugar Wax, Aiwax, Mirael dan Sugarpot. Aku pernah mereview produk waxing tersebut di blog, tapi sedihnya blog itu sudah hilang. Tak hilang akal, aku tetap mereview produk waxing termasuk skincare lain di instagram khusus skincareku, byanggioctvn.



Kesenanganku dengan produk wax memang awalnya saat tahun 2013 silam aku pernah berkesempatan menang giveaway Instagram dengan Sugarpot sebagai salah satu sponsornya. Wah, pasti senang dong. Beberapa tahun berikutnya secara tidak menyangka, aku dihubungi pihak Sugarpot untuk mereview produk baru mereka. Nggak tanggung-tanggung, aku dikirimin dua produk sekaligus, Sugarpot Wax varian Honey dan Sugarpot Wax Shooting Mist.


Sekilas tentang Sugarpot

Waxing Made Easy, begitu slogan dari brand yang berdiri tahun 2012 ini karena memang semudah itu waxing dari Sugarpot. Saat itu, pilihan untuk menghilangkan rambut sendiri hanyalah dengan cukur. Sugarpot hadir untuk menawarkan solusi yang lebih mudah dan praktis dengan melakukan waxing di rumah dan lebih ekonomis. Berbekal dari pengalaman kami bertahun-tahun, wax Sugarpot diformulasikan sebaik mungkin untuk bisa mengangkat rambut halus hingga keriting dan tebal namun tetap gentle di kulit. Mudah digunakan dan tidak membuat kulit perih. Dengan produk pra dan post-waxing yang lengkap, you can have more 'professional-like' experience when waxing at home.

Sugarpot Wax Natural Kit


Sugarpot Wax kali ini dengan kemasan yang baru dan menurutku jauh lebih baik dari kemasan sebelumnya. Produk Sugarpot memang selalu melakukan inovasi di tiap tahunnya, entah dari penambahan varian, pembaruan formula, penambahan variasi produk pelengkap waxing dan perawatan tubuh lainnya maupun segi kemasan. 

Sugarpot Wax kali ini masih dengan kemasan kardus tapi tampilan kardusnya lebih elegan dengan warna putih yang sangat aestetik. Di kemasan kardus terdapat penjelasan yang cukup detail tentang definisi produk, isi, cara penyimpanan, cara penggunaan, komposisi, lokasi produksi, layanan pelanggan, nomor BPOM, tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa beserta barcodenya. Sugarpot Wax memiliki 3 varian kali ini yaitu Honey, Strawberry dan Matcha. Kebetulan aku dikirimin varian yang Honey.


Di dalam kemasan Sugarpot Wax terdapat 250 gram Natural Wax, 12 waxing strips seperti kertas tisu untuk mengangkat bulu yang akan dihilangkan, kartu petunjuk penggunaan waxing dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 1 spatula. Ada inovasi untuk spatula Sugarpot ini. Kalau tahun sebelumnya spatula Sugarpot Wax hanya berbentuk kayu seperti stik es krim, namun kali ini spatula Sugarpot berbentuk plastik dan ukurannya lebih besar dari spatula kayu. Aku suka banget spatula barunya, lebih handy, kuat dan lebih nyaman dipakai saat mengoleskan wax ke tubuh. Spatulanya juga enggak bikin takut patah. Apalagi tipeku agak bar-bar kalau menggunakan sesuatu, spatula baru Sugarpot ini menyelamatkanku dari keparnoan itu hehe.


Pencucian strips waxingnya juga enggak susah. Cukup direndam dengan air sekitar kurang lebih 15-20 menit lalu bilas, bisa juga dengan mengucek sedikit. Strips waxingnya juga enggak bikin brudul atau berbulu jadi lebih awet dalam pemakaian. 12 waxing strips aku cuma pakai antara 2-4 strips dalam jangka waktu hampir setahun haha. 

Harga Sugarpot Wax sangat terjangkau dengan ukuran berat 250 gram hanya Rp  95.000. Bagiku ukuran 250 gram dengan pemakaian hanya di sekitar ketiak saja udah tumpah ruah banget. Aku udah pakai Sugarpot Wax ini terhitung sejak paket dikirimkan sekitar bulan Agustus 2019 sampai bulan Juni 2020 ini dan masih sisa setengah jar. Bulu ketiakku juga enggak 'rimba' banget sih jadi bagiku ini sangat awet tanpa waxing ke salon dan bisa dilakukan kapan saja sesuka hati. 

Wangi dari Sugarpot Wax ini lembut banget, nggak terlalu 'nyegrak' karena kandungan parfumnya memang nggak terlalu banyak. Dalam komposisi tertulis kalau kandungan parfum ada di deretan paling akhir. Sugarpot Wax juga mengandung bahan-bahan alami. Pernah nih suatu ketika nggak sengaja ada tetesan gel wax di meja, selang beberapa menit kemudian semut datang semua. Tandanya memang benar Sugarpot Wax ini berbahan dasar gula alami. Tekstur gel Sugarpot wax juga pekat, mudah 'diciduk' dengan spatula dan mudah diaplikasikan di kulit.

Sayangnya, sekat dari Sugarpot Wax ini masih bentuk aluminium foil, kalau bagiku bisa bikin belepotan saat mengambil gel dari wadah dan apabila dibawa travelling bisa rawan tumpah. Iya, aku bawa waxing ini riwa-riwi ke Jogja karena kalau ke Jogja menetap lama di rumah mertua beberapa bulan, hehe dan aku enggak bisa tanpa waxing seperti ada yang kurang. Mungkin sekat aluminium foilnya bisa diganti dengan plastik biasa agar bisa lebih safety.



Melakukan treatment waxing menimbulkan rasa cekit-cekit sedikit di kulit apalagi ketiak yang memiliki kulit tipis serta sensitif. Nah, ada solusi juga nih untuk meredakan rasa iritasi dan kemerahan setelah waxing yaitu dengan menyemprotkan Shooting Mist di area yang telah dilakukan treatment waxing. 

Sugar Pot Shooting Mist


Sama seperti Sugarpot Wax, Sugarpot Soothing Mist ini juga dikemas dengan kemasan  elegan dan aestetik. Di kemasan kardus juga terdapat penjelasan yang cukup detail tentang definisi produk, isi, cara penyimpanan, cara penggunaan, komposisi, lokasi produksi, layanan pelanggan, nomor BPOM, tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa beserta barcodenya.



Mist by Sugarpot ini terbuat dari bahan-bahan natural aktif (Phragmites Kharka dan Poria Cocos) yang bekerja secara efektif dalam menenangkan dan mengkondisikan keadaan kulit sensitif. Selain meredakan kemerahan pada kulit, Allantoin pada Soothing Mist melembutkan dan melembabkan kulit dalam waktu singkat. Chamomile Extract bekerja sebagai anti-oksidan yang melindungi kulit dari radikal bebas, menghidrasi kulit, dan membantu melawan tanda-tanda penuaan. Cara menggunakannya, setelah waxing, cukup semprot Mist dengan jarak sekitar 30 cm ke area yang diinginkan dan biarkan meresap.

Wangi dari Soothing Mist ini sama kalemnya dan tahan lama di kulit. Soothing Mist ini cukup meredakan rasa cekit-cekit di kulit pasca waxing. Aku merasa kulit ketiakku terasa lembab dan pastinya lebih wangi, hihi. Harga Rp 65.000 dengan berat 0,2 kg cukup untuk pemakaian berbulan-bulan, lebih irit dan hemat. Pumpnya juga nggak 'macet', air mistnya gampang keluar. Ukuran botol pump juga udah cukup kalau menurutku ditaruh di meja rias nggak terlalu makan tempat, dibawa travelling juga oke.

Sugarpot Wax 'dijodohkan' dengan Sugarpot Soothing Mist emang cocok banget. Pertumbuhan bulu ketiakku memang kembali relatif lama, hampir 4 minggu lamanya daripada sebelum waxing. Bulu ketiakku memang tumbuh lagi tapi tidak kasar seperti dulu. Oh iya, daya tarik Sugarpot Wax ini lumayan banget, cukup sekali tarik aja bulu ketiak langsung tercabut semua. Tekstur waxnya pekat tapi mudah diaplikasikan.


Waxing sudah menjadi treatment wajib bulananku dan Sugarpot Wax ini sudah menjadi salah satu brand waxing favoritku, karena mereka terus berinovasi bahkan menambah produk perawatan lain untuk memanjakan kita semua. Bagi yang mau waxing atau melakukan perawatan di rumah tanpa ribet ke salon, bisa coba wax dan produk perawatan tubuh dari Sugarpot yah. 

IG : @sugarpot

3 komentar:

  1. Wah, aku pernah nyoba sugarpot ini pas kemasan pertama mereka. Udah lama banget ternyata 😂
    Dan sekarang kemasannya udah makin cantik yaa!
    Sepertinya banyak upgrade di hal-hal lainnya juga. Jadi pengen beli lagi 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, udah lama banget produk ini. Mungkin salah satu pionir waxing sebelum produk waxing belum menjamur seperti sekarang.

      Uuuuh memang nagih banget produknya siih... hehehe

      Hapus
    2. Iya! Pionir sugar wax sih setahu aku. Baru deh sekarang ada sugar wax di emol-emol hahaha.

      Btw kak, kalau pakai sugarpot ini, harus dipanasin dulu nggak sebelum pemakaian? Karena jaman dulu harus hangat, kalau nggak, dia keras gitu lho.

      Hapus